Pagi yang cerah dan ah, lihat matahari yang tidak pernah telat bagun tersenyum mengejek aku yang hobi banget telat bangun
Dan ah, pagi yang tidak siap
Kamar berantakan
Sampah berserakan
Dan jam 7 .45
Kuliah dimulai 15 menit lagi, namun kunci kamar seolah bersembunyi, menolak untuk diajak ikut
Ah, Robbi, di mana kunci kamar,
07.50
Aku memutuskan untuk tidak mengunci, dan berangkat kuliah.
Diana, kunciku ilang, kamar gag aku kunci,
Pesan terkirim
Di kelas, lantai 3
Di tengah perut yang keroncongan
10.00
Ya, teman2 pr kalkulus dikumpul, kata ketua kelas
Ah, robbi, pr-ku
Di kamar lagi
Itu pr sebanyak 5 halaman yang kukerjain sambil nonton korea ampe tegah malam, haha
Sayang banget kalau sampe gag aku kumpul,
Em, aku ke kamar dulu ya, tungguin di sini
Pesanku
Aku berlari menuruni tangga yang tidak bisa berjalan
Menyusur jalanan dan segera masuk ke asrama
Berharap cemas, Diana sudah pulang atau belum
Sampai depan kamar, tangan menyentak keras ganggang pintu yang sedikitpun tidak bergeming
Astagfirullah, robbi
Aku terduduk, di depan pintu kamar, mengacuhkan tatapan bertanya mahasiswi yang lalu lalang
Well, im hungry okey?
Apa aku nyerah aja, terus makan dulu di kantin?
Di, aku blum kumpul kalkulus, kamu di mana?
Pesan terkirim
Pesan diterima
Ah,aku di al hur yan…
Kalau mau tahu jarak antara ruang kuliahku hari ini ke asrama, terus jarak asrama ke al-hur, ayuk maen ke ipb
Kapan pulang
Pesan terkirim
Pesan diterima
Setengah dua belas
Gag ada pilihan menuggu buatku
Aku ke sana
Pesan terkirim
Di sepanjang jalan banyak abang ojek yang seolah melambaikan tangan, neng neng nae motor aja, cepet ko
Tapi duit di dompet seribuan atu,seratus ribuan 3
Aduh, piye iki?
Gag ada pilihan laen, terus berjalan dan merenung
Aku berpikir
Apa ini akibat ngerusakin sandal jepitnya si tri ya
Atau gara-gara doa tadi malam
Terngiang doa sehabis solat isya tadi malam
Y Allah , kuruskanlah hambaMu
Jgyaaarr
Kapok gue
Gag lagi lagi baca doa begitu
Kalau sudah kaya gitu pengen pulang k rumah, kembali ke zona aman dan nyaman
Zona yang menjamin tentang kesejahteraan, kehangatan, namun tidak untuk sebuah petualangan, hehe
Air mata ini benar-benar menetes, aku pengen pulang…aku pengen banget pulang
Jangan heran ya
Aku mendadak melankolis kalau gi laper
Wkwk
Okeh, aku harus percepat jalanku, dan mempercepat berakhirnya petualangan kecil ini dengan kedamain perut di kantin terdekat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar