Selasa, 10 Mei 2011

pernahkah aku mengatakan ini?

Banyak hal yang unik
Rendahkan hati dan bacalah hal itu dengan kesederhanaan
Tuhan hanya akan memperlihatkan hal itu kepada hamba hambaNya yang merunduk dan tidak merebut jubah keangkuhan milikNya
Akan terdengar musik kehidupan yang menenangkan jiwa
Musik itu menyeruak di antara kebingaran
Melepaskan diri dari keluluhlantakan  moral
Tak terdengarkan kawan?
Aku menunggu jawabanmu
Aku menuggu
Aku menunggumu















Tak terpikirkan
Hilang dalam ingatan
Dan lenyap dalam memori
Bagai gula yang larut
Harfiah nya tidak ada
Namun ada kan?









Waktu itu
Waktu itu
Waktu saat raga belum menyatakan kenyataan
Kenyataan yang menyatakan Kami
Kami mahluk Tuhan mengantri
Mengantri mengambil jatah segenggam garam
Segenggam yang menentukan langkah kehidupan terbentang
Terbentang layaknya jalur surya yang berakhir di peraduan nyamannya
Nyaman yang membinasakan atau menyelamatkan
Menyelamatkan langkah kami yang menggantung
Tergantung pada kami
Kami yang memilih untuk menumpahkan garam
Garam yang akan tertumpahkan di gelas kecil kah atau di danau kah
Gelas kah atau danau kah membuat perbedaan, kawan
Kawan, rasakanlah garam di gelas kecil
Garam di gelas kecil asin bukan buatan bukan?
Bukan kah masih asin garam yang tertumpahan di danau?
Garam yang tertumpahkan di danau akan kalah oleh tingkat kepasrahan yang besar, setujukah?
Setujukah bila kepasrahan di gelas kecil akan kalah oleh asinnya sang garam?
Asin sang garam yang berbeda
Berbeda untuk orang yang berbeda
Orang yang berbeda memiliki danau besar untuk segala kepahitan yang mereka terima
Menerima takdir langit,
Langit yang mengatur, dan tidak sedikitpun ada keluhan untuk itu
Untuk itu mereka punya danau yang akan mnyembunyikan segala peluh
Segala peluh
Segala peluh
Segala peluh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar